Negara Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam. Walaupun saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik , namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus berlangsung hingga saat ini :
Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.
Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.
Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.
Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.
Sejarah
Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.
Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.
Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.
Tiga matsuri terbesar
* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)
* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)
* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)
Matsuri yang terkenal sejak dulu
Daerah Tohoku
* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)
* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)
* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus)
Daerah Kanto
* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)
* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)
* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni)
Daerah Chubu
* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)
* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali, terakhir diadakan bulan April-Mei, 2004).
* Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)
* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April)
Daerah Kinki
* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)
* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)
* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara, 12 Maret)
* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)
* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)
* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)
* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli)
Daerah Chugoku dan Shikoku
* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)
* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus)
Daerah Kyushu
* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)
* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)
* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November)
Pengertian lain
Dalam bahasa Jepang, kata "matsuri" juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas).
Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.
Festival dan Matsuri yang lain
* Festival Salju Sapporo (Sapporo, Prefektur Hokkaido, bulan Februari)
* Festival Salju Iwate (Koiwai Farm, Shizukuishi, Prefektur Iwate, bulan Februari)
* YOSAKOI Sōran Matsuri (Sapporo, Hokkaido, bulan Juni)
* Niigata Odori Matsuri (Niigata, Prefektur Niigata, pertengahan bulan September)
* Odawara Hōjō Godai Matsuri (kota Odawara, Prefektur Kanagawa)
* Yosakoi Matsuri (kota Kochi, Prefektur Kochi, 9-12 Agustus)
* Hakata dontaku (3-4 April, kota Fukuoka)
* Hamamatsu Matsuri (3-5 Mei, kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka)
* Wasshoi Hyakuman Natsu Matsuri (kota Kita Kyūshū, Prefektur Fukuoka, hari Sabtu minggu pertama bulan Agustus)
Origami
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.
Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok dikasi yang bernama Ts'ai Lun.
Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal daripada Republik Rakyat Tiongkok adalah tongkang Tiongkok dan kotak.
Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.
Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.
Washi (和紙, Washi?) atau Wagami adalah sejenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. Washi dianggap mempunyai tekstur yang indah, tipis tapi kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan jenis kertas lain.
Produksi washi sering tidak dapat memenuhi permintaan konsumen sehingga berharga mahal. Di Jepang, washi digunakan dalam berbagai jenis benda kerajinan dan seni seperti Origami, Shodō dan Ukiyo-e. Washi juga digunakan sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan interior rumah dan pelapis pintu dorong.
Di Jepang, washi juga merupakan bahan uang kertas sehingga uang kertas yen terkenal kuat dan tidak mudah lusuh.
__________________
Sudoku
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Sudoku (数独, sūdoku?), juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak. Pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895 dan mungkin dipengaruhi oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler, yang membuat terkenal Latin square.
Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns.
Nama "Sudoku" adalah singkatan bahasa Jepang dari "Suuji wa dokushin ni kagiru" (数字は独身に限る, "Suuji wa dokushin ni kagiru"?), artinya "angka-angkanya harus tetap tunggal".
__________________
lulufaraway
Senin, 24 Oktober 2011
Senin, 10 Oktober 2011
Mengenal budaya Jepang lewat pribahasa
[1] Pribahasa Jepang yang mirip dengan pribahasa Indonesia
Saru mo ki kara ochiru
サルも木から落ちる
( monyet juga jatuh dari pohon )
Artinya : Sepandai pandainya tupai melompat akhirnya pernah jatuh juga
I no naka no kawazu
井の中の蛙
( katak dalam sumur )
Artinya : Bagai katak dalam tempurung
Tana kara bota mochi
棚からぼたもち
( kue mochi jatuh dari rak )
Artinya : Seperti mendapat durian runtuh
Mochi adalah nama kue yang terbuat dari ketan
[2] Dipakai dalam pekerjaan & memberi semangat
Ishi no ue san nen
石の上に三年 ( Tiga tahun diatas batu )
Pribahasa ini biasanya ditujukan untuk pekerjaan, yang betapapun sukarnya, tidak menyenangkan, membosankan atau betapapun beratnya tetap harus dijalankan dan tidak menyerah, setidaknya sampai tiga tahun. Setelah berjalan tiga tahun barulah diputuskan, apakah akan tetap bertahan atau beralih ke pekerjaan atau perusahaan lain. Duduk di atas batu tentu saja tidak menyenangkan, keras dan menyakitkan. Kalau kondisi alam di jepang yang mengenal musim dingin yang juga ditambahkan, penderitaan menjadi lebih lenkap. Pribahasa ini sangat populer dan tampaknya tidak ada orang jepang yang tidak mengetahuinya.
Nana korobi ya oki
7 転び 8起き
( 7 kali jatuh, 8 kali bangun)
Tetap berjuang tanpa menyerah
Abura o uru
油を売る
( menjual minyak )
Berbicara atau ngobrol saat bekerja, yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
[3] Dipakai bahan tertawaan atau sindiran
Mikka Bouzu
三日坊主 (Pendeta Tiga Hari)
Kalau anda belajar bahasa jepang dengan semangat, bangun pagi dan menghafal banyak kata kata baru tentu adalah sesuatu hal yang baik, yang di ibaratkan dengan pendeta. Namun kalau perbuatan baik itu hanya berlangsung selama tiga hari saja, maka anda akan dijuluki dengan "Mikka Bouzu" alias pendeta tiga hari. Pribahasa itu mungkin bisa disamakan dengan "Hangat hangat tai ayam". Apakah artinya kita kalah dari orang jepang, karena kehangatan tai ayam yang hanya beberapa menit ? Entahlah....
Neko ni koban
猫に小判 ( kucing diberi koin emas )
Mempunyai barang yang tidak berguna. Contohnya seperti saya, orang yang senang membeli buku, namun malas membaca, atau kalau dibaca paling cuma halaman depan saja, akhirnya bosan dan menjadi pajangan di rak buku saja.
Buta ni shinju
豚に真珠 ( babi diberi / dikalungi permata )
Sampai sekarang saya tidak berani memakai perhiasan karena takut dibilang “buta ni shinju”. Istri atau pacar yang cantik juga seing dikonotasikan dengan permata, sehingga salah satu teman saya yang mempunyai pacar sangat cantik kadang diolok olok dengan “buta ni shinju”. Tidak sopan ? Tentu saja ! Pribahasa ini juga berarti "tidak tahu barang berharga", seperti babi di beri kalung berlian, atau seperti monyet diberi bunga dalam bahasa Indonesia.
Tsuru no Hito koe
鶴の一声 ( pekikan burung bangau )
Anak yang sangat nakal dan tidak bisa diatur, tapi kalau ibunya sekali berteriak, anak itu menjadi ketakutan dan penurut. Dalam situasi seperti itu, pribahasa ini dipakai.
[4] Pribahasa Populer lainya
Sumeba Miyako
住めば都 ( ditinggali terasa ibu koto )
Kalau sudah lama tinggal di daerah orang lain, akan terasa seperti kota atau daerah kelahiran sendiri
Ichigo ichie
一期一絵 ( pertemuan sekali seumur hidup )
Biasanya hanya dipakai dalam pesan pesan upacara pernikahan.
Hana yori danggo
花よりだんっご ( lebih baik kue dari pada bunga )
Lebih baik memilih sesuatu yang pasti (kue) dari pada suatu yang kelihatan indah namun tidak pasti (bunga).
Pribahasa ini juga dipakai sebagai judul serial televisi sehingga pribahasa ini menjadi semakin populer.
Watari ni fune
渡りに船 ( mau menyebrang ada perahu )
Kebetulan yang pada saatnya. Contohnya, saya sangat ingin makan kue bolu dan tiba tiba ada saudara jauh yang berkunjung dan membawa oleh oleh kue bolu !
Hara ga hette wa ikusa dekinu
腹が減っては戦は出来ぬ ( kalau lapar tidak bisa berjuang )
Kuchi ga karui
口が軽い ( mulut ringan )
Tidak bisa menyimpan rahasia, suka mengatakan sesuatu yang tidak perlu dibicarakan.
[5] Tambahan
Pribahasa berikut hanya tambahan saja yang mungkin tidak semuanya umum dipakai atau diketahui oleh orang jepang
Take o watayou
竹を割ったよう ( bambu terbelah)
Orang yang mempunyai sifat lurus, simple, jujur
Kuchi ga katai
口が固い (mulut keras )
Bisa menyimpan rahasia
Mimi ga itai
耳が痛い ( kuping sakit )
Artinya mendengar kelemahan sendiri, hati terasa sakit
Kao ga ureru
顔が売れる (muka laris)
Orang yang populer / terkenal
Suzume no namida
スズメの涙 ( air mata burung gereja )
Sesuatu yang kecil seperti bantuan misalanya yang dirasa tidak berarti.
Ofuroshiki o hirogeru
大風呂敷を広げる ( membuka furoshiki besar )
Furoshiki adalah selembar kain yang dipakai untuk membungkus barang. Arti dari pribahasa ini adalah : Omong kosong, tidak ada artinya. Membual. Seperti saya yang bercerita ketika mancing mendapat ikan sebesar dua kali telapak tangan, padahal sebenarnya cuma sebesar kelingking.
Nisoku no waraji
二足のわらじ ( dua pasang sandal jerami )
Mempunyai dua pekerjaan atau mempunyai pekerjaan sampingan. Seperti mahasiswa yang belajar sambil bekerja
Ame futte, ji katameru
雨降って、地固める ( hujan turun, tanah menjadi keras )
Urusan menjadi lancar setelah melewati beberapa rintangan.
Mizu ni nagasu
水に流す ( mengalirkannya ke air )
Melupakan masa lalu dan memulai lagi dari awal
Te o yaku
手を焼く ( membakar tangan )
1. Tidak tahu lagi cara menghadapi permasalahan
2. Busy to care, misalnya memelihara anjing tidak mudah karena memerlukan perawatan dan perhatian yang besar, apalagi kalau si anjing banyak tingkah.
Me ga koeru
目が肥える ( mata gemuk )
Orang yang matanya berpengalaman, tahu barang bagus hanya dengan melihat saja. Sepertinya tidak ada hubungannya antara mata, gemuk dan pengalaman
Shita ga koeru
舌が超える ( lidah gemuk )
Orang yang lidahnya sangat peka, sangat berpengalaman dalam rasa makanan Pribahasa ini juga sepertinya cukup aneh menurut budaya kita.
Semoga bermanfaat
Saru mo ki kara ochiru
サルも木から落ちる
( monyet juga jatuh dari pohon )
Artinya : Sepandai pandainya tupai melompat akhirnya pernah jatuh juga
I no naka no kawazu
井の中の蛙
( katak dalam sumur )
Artinya : Bagai katak dalam tempurung
Tana kara bota mochi
棚からぼたもち
( kue mochi jatuh dari rak )
Artinya : Seperti mendapat durian runtuh
Mochi adalah nama kue yang terbuat dari ketan
[2] Dipakai dalam pekerjaan & memberi semangat
Ishi no ue san nen
石の上に三年 ( Tiga tahun diatas batu )
Pribahasa ini biasanya ditujukan untuk pekerjaan, yang betapapun sukarnya, tidak menyenangkan, membosankan atau betapapun beratnya tetap harus dijalankan dan tidak menyerah, setidaknya sampai tiga tahun. Setelah berjalan tiga tahun barulah diputuskan, apakah akan tetap bertahan atau beralih ke pekerjaan atau perusahaan lain. Duduk di atas batu tentu saja tidak menyenangkan, keras dan menyakitkan. Kalau kondisi alam di jepang yang mengenal musim dingin yang juga ditambahkan, penderitaan menjadi lebih lenkap. Pribahasa ini sangat populer dan tampaknya tidak ada orang jepang yang tidak mengetahuinya.
Nana korobi ya oki
7 転び 8起き
( 7 kali jatuh, 8 kali bangun)
Tetap berjuang tanpa menyerah
Abura o uru
油を売る
( menjual minyak )
Berbicara atau ngobrol saat bekerja, yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
[3] Dipakai bahan tertawaan atau sindiran
Mikka Bouzu
三日坊主 (Pendeta Tiga Hari)
Kalau anda belajar bahasa jepang dengan semangat, bangun pagi dan menghafal banyak kata kata baru tentu adalah sesuatu hal yang baik, yang di ibaratkan dengan pendeta. Namun kalau perbuatan baik itu hanya berlangsung selama tiga hari saja, maka anda akan dijuluki dengan "Mikka Bouzu" alias pendeta tiga hari. Pribahasa itu mungkin bisa disamakan dengan "Hangat hangat tai ayam". Apakah artinya kita kalah dari orang jepang, karena kehangatan tai ayam yang hanya beberapa menit ? Entahlah....
Neko ni koban
猫に小判 ( kucing diberi koin emas )
Mempunyai barang yang tidak berguna. Contohnya seperti saya, orang yang senang membeli buku, namun malas membaca, atau kalau dibaca paling cuma halaman depan saja, akhirnya bosan dan menjadi pajangan di rak buku saja.
Buta ni shinju
豚に真珠 ( babi diberi / dikalungi permata )
Sampai sekarang saya tidak berani memakai perhiasan karena takut dibilang “buta ni shinju”. Istri atau pacar yang cantik juga seing dikonotasikan dengan permata, sehingga salah satu teman saya yang mempunyai pacar sangat cantik kadang diolok olok dengan “buta ni shinju”. Tidak sopan ? Tentu saja ! Pribahasa ini juga berarti "tidak tahu barang berharga", seperti babi di beri kalung berlian, atau seperti monyet diberi bunga dalam bahasa Indonesia.
Tsuru no Hito koe
鶴の一声 ( pekikan burung bangau )
Anak yang sangat nakal dan tidak bisa diatur, tapi kalau ibunya sekali berteriak, anak itu menjadi ketakutan dan penurut. Dalam situasi seperti itu, pribahasa ini dipakai.
[4] Pribahasa Populer lainya
Sumeba Miyako
住めば都 ( ditinggali terasa ibu koto )
Kalau sudah lama tinggal di daerah orang lain, akan terasa seperti kota atau daerah kelahiran sendiri
Ichigo ichie
一期一絵 ( pertemuan sekali seumur hidup )
Biasanya hanya dipakai dalam pesan pesan upacara pernikahan.
Hana yori danggo
花よりだんっご ( lebih baik kue dari pada bunga )
Lebih baik memilih sesuatu yang pasti (kue) dari pada suatu yang kelihatan indah namun tidak pasti (bunga).
Pribahasa ini juga dipakai sebagai judul serial televisi sehingga pribahasa ini menjadi semakin populer.
Watari ni fune
渡りに船 ( mau menyebrang ada perahu )
Kebetulan yang pada saatnya. Contohnya, saya sangat ingin makan kue bolu dan tiba tiba ada saudara jauh yang berkunjung dan membawa oleh oleh kue bolu !
Hara ga hette wa ikusa dekinu
腹が減っては戦は出来ぬ ( kalau lapar tidak bisa berjuang )
Kuchi ga karui
口が軽い ( mulut ringan )
Tidak bisa menyimpan rahasia, suka mengatakan sesuatu yang tidak perlu dibicarakan.
[5] Tambahan
Pribahasa berikut hanya tambahan saja yang mungkin tidak semuanya umum dipakai atau diketahui oleh orang jepang
Take o watayou
竹を割ったよう ( bambu terbelah)
Orang yang mempunyai sifat lurus, simple, jujur
Kuchi ga katai
口が固い (mulut keras )
Bisa menyimpan rahasia
Mimi ga itai
耳が痛い ( kuping sakit )
Artinya mendengar kelemahan sendiri, hati terasa sakit
Kao ga ureru
顔が売れる (muka laris)
Orang yang populer / terkenal
Suzume no namida
スズメの涙 ( air mata burung gereja )
Sesuatu yang kecil seperti bantuan misalanya yang dirasa tidak berarti.
Ofuroshiki o hirogeru
大風呂敷を広げる ( membuka furoshiki besar )
Furoshiki adalah selembar kain yang dipakai untuk membungkus barang. Arti dari pribahasa ini adalah : Omong kosong, tidak ada artinya. Membual. Seperti saya yang bercerita ketika mancing mendapat ikan sebesar dua kali telapak tangan, padahal sebenarnya cuma sebesar kelingking.
Nisoku no waraji
二足のわらじ ( dua pasang sandal jerami )
Mempunyai dua pekerjaan atau mempunyai pekerjaan sampingan. Seperti mahasiswa yang belajar sambil bekerja
Ame futte, ji katameru
雨降って、地固める ( hujan turun, tanah menjadi keras )
Urusan menjadi lancar setelah melewati beberapa rintangan.
Mizu ni nagasu
水に流す ( mengalirkannya ke air )
Melupakan masa lalu dan memulai lagi dari awal
Te o yaku
手を焼く ( membakar tangan )
1. Tidak tahu lagi cara menghadapi permasalahan
2. Busy to care, misalnya memelihara anjing tidak mudah karena memerlukan perawatan dan perhatian yang besar, apalagi kalau si anjing banyak tingkah.
Me ga koeru
目が肥える ( mata gemuk )
Orang yang matanya berpengalaman, tahu barang bagus hanya dengan melihat saja. Sepertinya tidak ada hubungannya antara mata, gemuk dan pengalaman
Shita ga koeru
舌が超える ( lidah gemuk )
Orang yang lidahnya sangat peka, sangat berpengalaman dalam rasa makanan Pribahasa ini juga sepertinya cukup aneh menurut budaya kita.
Semoga bermanfaat
Senin, 03 Oktober 2011
Pendidikan di Korea Selatan
SEMANGAT menjadi kata kunci yang membawa kebangkitan pendidikan Korea Selatan hingga siap bersaing dengan negara lain. Mereka mulai dengan membangun infrastruktur pendidikan yang luluh lantak akibat Perang Korea, lalu membenahi kualitasnya.
Kini di seantero Korea Selatan terdapat 19.258 sekolah negeri maupun swasta, dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, dengan 11.951.298 pelajar. Di antaranya terdapat 218 perguruan tinggi, yang menampung 2.357.881 mahasiswa.
Secara tradisional orang Korea Selatan menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memuaskan diri sendiri dan juga untuk menunjukkan kemajuan sosial, dan kemajuan negaranya. Bertolak dari situ, Pemerintah Korea Selatan merumuskan tujuan pendidikan, yang dalam kalimat singkat dapat dituliskan sebagai berikut: Membangun karakter masyarakat, kemampuan hidup mandiri, menuju kemakmuran bersama berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
Apabila pendirian sekolah dijadikan titik awal pendidikan, maka sejarah pendidikan Korea Selatan bermula pada masa Kerajaan Goguryeo (37 SM-669), ketika sekolah formal pertama Taehak didirikan tahun 372. Jauh sebelumnya, tahun 286, Wang In dari Kerajaan Baekje (18 SM-660) telah menyebarluaskan buku-buku teks beraksara China sampai ke Jepang (Kerajaan Wae).
Sekolah modern diperkenalkan pada masa pemerintahan Raja Gojong, ditandai dengan pendirian Paichai Academy (1885) dan kemudian Ewha Girls School (1886). Kala itu di Indonesia tengah berkecamuk Perang Aceh (1874-1904).
Dari pemerintahan Raja Gojong, kemajuan pendidikan di Semenanjung Korea itu semakin pesat, hingga akhirnya datang Jepang menganeksasi Korea tahun 1910. Jepang keluar pada tahun 1945 menyusul penyerahannya kepada Sekutu dalam Perang Dunia II. Akan tetapi, tidak lama berselang, tahun 1950, pasukan Korea Utara di bawah penguasaan Uni Soviet menyerbu ke Korea Selatan.
Krisis demi krisis ternyata tidak menyurutkan semangat bangsa Korea Selatan untuk tetap menyelenggarakan pendidikan. Selama Perang Korea, mereka belajar tanpa kelas, duduk tanpa alas di atas tanah beratap langit. Papan tulis disangkutkan di pohon.
Orang Korea Selatan menggambarkan krisis dalam dua karakter China, bahaya di satu sisi dan kesempatan di sisi yang lain. Mereka mencoba mentransformasikan sisi bahaya dari krisis ke dalam kesempatan. Itulah yang sebetulnya dilakukan Korea Selatan dalam 40 tahun terakhir, menurut Lee Chong-jae, Presiden Korean Educational Development Institute (KEDI).
SISTEM pendidikan di Korea Selatan dibagi menjadi enam tahun sekolah dasar, tiga tahun sekolah menengah pertama, tiga tahun sekolah menengah atas, dan empat tahun perguruan tinggi. Selebihnya untuk jenjang pendidikan pascasarjana. Dengan demikian, orang Korea Selatan menghabiskan paling tidak 23 tahun dari usianya dalam pendidikan formal.
Seiring dengan didirikannya Republik Korea tahun 1948, pemerintah mulai menyusun sistem pendidikan modern. Lima tahun kemudian, 1953, pemerintah mewajibkan menyelesaikan sekolah dasar selama enam tahun pada usia antara 6 dan 11 tahun. Jumlah anak yang terdaftar pada tingkat dasar ini mencapai 99,8 persen, dan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Tahun 2001 mulai diterapkan pendidikan wajib pada jenjang sekolah menengah.
Tidak berlebihan jika sekarang Korea Selatan dipuji sebagai salah satu negara yang angka melek hurufnya tertinggi di dunia. Dan ini menjadi fakta bahwa orang Korea Selatan yang berpendidikan menjadi modal utama utama percepatan pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai negara itu selama tiga dekade silam.
Menteri Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Korea Selatan Ahn Byung-young menjelaskan, tahun 2004 ini Pemerintah Korea Selatan menjabarkan tujuan pendidikan dalam tiga sasaran utama, yakni pengembangan sumber daya manusia, penguatan pada kesejahteraan pendidikan, serta pembangunan sistem desentralisasi dan reformasi daerah.
Pengembangan sumber daya manusia diyakini akan memperkuat negara itu memasuki persaingan di dunia internasional.
Melalui penguatan kesejahteraan pendidikan bisa diatasi kesenjangan pendidikan dan meningkatkan integrasi sosial. Sementara untuk memperluas pembangunan negara dan daya saing daerah yang merata, dipersiapkan desentralisasi sektor pendidikan dan reformasi sistem pendidikan daerah yang terarah.
Perguruan tinggi pun diberi peran dalam pengembangan pendidikan, melalui program "Brain Korea 21" atau BK21. Program ini bertujuan meningkatkan derajat sumber daya manusia Korea Selatan memasuki persaingan dalam komunitas internasional abad ke-21. Dimulai sejak tahun 1999 dan direncanakan berlangsung selama tujuh tahun, hingga tahun 2005. Melalui program ini pemerintah mengucurkan dana sebesar 1,4 triliun won (sekitar Rp 11,2 triliun), untuk mendanai perguruan tinggi dengan titik berat pada kegiatan penelitian. BK21 menjadi semacam unit riset unggulan dalam pendidikan tinggi Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan memang tidak pelit mengeluarkan dana untuk sektor pendidikan. Tahun 2004, pendidikan mendapat 16,5 persen dari total anggaran negara. Dari budget itu, pendidikan dasar mendapat porsi terbesar dibandingkan dengan pendidikan tinggi.
Seiring dengan kebijakan pendidikan wajib yang diperpanjang menjadi sembilan tahun (sekolah dasar hingga sekolah menengah), pemerintah menjaring sumber dana tambahan dengan menarik pajak pendidikan daerah, pajak pendapatan, dan pajak konsumsi rokok.
DI balik kisah sukses pendidikan Korea Selatan, ada keresahan yang merebak di tengah masyarakat. Akibat persaingan yang ketat, setiap siswa berjuang sekuat tenaga untuk membuktikan kemampuannya menembus perguruan tinggi idaman. Materi pelajaran yang didapat di bangku sekolah dianggap masih kurang memadai sehingga dibutuhkan pelajaran tambahan melalui les privat.
Sebagaimana lazimnya dalam masyarakat Korea Selatan, pendidikan yang bermutu merupakan ambisi tertinggi, maka orangtua rela membayar berapa pun biaya demi keberhasilan anak-anaknya dalam pendidikan. Bahkan sering kali mereka mengorbankan waktu dan uang yang banyak demi memenangi persaingan ketat itu.
Menurut Lee, sebagian besar keluarga terpaksa mengeluarkan 1/3 pendapatannya untuk membiayai les privat anak-anaknya. Akibatnya, banyak keluarga yang frustrasi jika anaknya gagal dalam pendidikan, meski sang anak pun telah merelakan sebagian besar waktunya untuk belajar.
Upaya pemerintah mengatasi masalah itu dengan membuka saluran pendidikan di jaringan televisi pendidikan milik pemerintah, Educational Broadcasting System (EBS), agaknya belum dapat sepenuhnya membendung hasrat anak untuk mengikuti les privat. EBS menayangkan siaran pendidikan dengan berbagai materi pelajaran.
Lee menambahkan, pemerintah memahami bahwa masih panjang jalan yang harus ditempuh untuk menyempurnakan sistem pendidikan publik. Sementara tantangan semakin nyata di depan. Kata Lee lagi, "Kami menghadapi persaingan terutama di kawasan Timur Jauh. Jepang bermimpi akan lebih baik dari hari ini, China juga demikian. Maka kami pun harus berjuang keras."
Ada prinsip yang ditanamkan sejak kecil kepada orang-orang Korea Selatan agar selalu berada selangkah di depan.
"Ketika orang lain sedang tidur, kamu harus bangun. Ketika orang lain bangun, kamu harus berjalan. Ketika orang lain berjalan, kamu harus berlari. Dan ketika orang lain berlari, kamu harus terbang."
Yang Perlu Diketahui Lagi Tentang Korea
1. Orang Korea suka makan bawang putih karna dipercaya dapat menetralkan darah..
2. Orang korea jarang makan dengan tangan karna dianggap kurang sopan.
3. Sekarang di Korea tidak ada ujian penentuan kelulusan untuk pelajar. Di Korea, 2 minggu sebelum ujian, perpustakaan penuh oleh para pelajar yang ingin belajar.
4. Di Korea, Jika dosen terlambat walau hanya 2 menit, maka dosen akan segera meminta maaf kepada mahasiswanya.
5. Semua mahasiswa korea diwajibkan untuk cuti selama 1 semester atau lebih selama menjadi mahasiswa.
6. Di Korea, Kimchi dipercaya dapat menambah selera makan
* Kimchi dapat mencegah kanker.
* Kimchi banyak dibuat dari sawi putih dan lobak
* Kimchi memiliki kadar serat tinggi namun rendah kalori
* Kimchi masuk kedalam 5 makanan tersehat di dunia versi Majalah Health Magazine.
7. Saat berfoto, orang korea lebih suka mengatakan ‘kimchi’ daripada ‘cheese’.
8. Di Korea, search engine Google dan Yahoo kurang begitu populer.
9. Orang Korea lebih suka search engine lokal seperti Daum http://www.daum.net/.
10. Bahasa gaul remaja korea lebih cenderung berbentuk singkatan seperti Amigo, salah satu judul lagu SHINee.
11. Amigo adalah singkatan dari: Areumdaun Minyeorueljoahamyeon Gosaenghanda (Hati Jadi Sakit Ketika Kamu Jatuh Cinta Dengan Si Cantik).
12. Di Korea ada hantu nakal yang disebut Dokkaebi, sejenis tuyul. Mempunyai satu tanduk di kepalanya dan selalu membawa tongkat ajaib.
13. Orang Korea suka makan mie di panci karna kalau dipindah ke tempat lain berasa kurang panas dan itu sudah jadi kebiasaan.
14. Orang Korea dibebaskan untuk memilih agama masing-masing. Bahkan orang korea juga boleh untuk tidak memiliki/menganut agama apapun. Jumlah penduduk korea selatan yang belum/tidak memiliki agama sekitar 46,5%.
15. Orang Korea biasanya makan dengan duduk dibantal (tanpa kursi) pada meja yang rendah dengan posisi kaki menyila.
16. Hallyu atau Korean Wave adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea di berbagai negara di dunia.
17. Perusahaan TV Korea mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi drama & beberapa diantaranya yang sukses diekspor ke luar negeri.
18. Marga Kim adalah marga yang paling banyak dipakai di Korea.
19. Bahasa Korea diakui sebagai bhsa paling logis di dunia karena konsonan & vokal mudah dibedakan. Terutama konsonan menunjuk lokasi bibir, mulut & lidah.
20. Rain adalah penyanyi korea pertama yang mengadakan konser internasional di Madison Square Garden.
21. Di Korea Selatan ada EBS (Educational Broadcasting System) untuk membantu siswa belajar. Seperti TVE di Indonesia.
22. Lokasi syuting serial/film Korea kebanyakan mengambil tempat-tempat wisata di korea sekaligus untuk mempromosikannya.
23. Pemilihan soundtrack untuk serial/film korea sangat penting, bahkan semua pihak ikut terlibat untuk menentukan apakah layak/tidak.
24. Banyak serial/film korea yang meng-adaptasi komik/novel dan sangat sukses
Serial korea banyak digemari karna jalan cerita yang fokus dan jumlah episode yang tidak terlalu banyak.
25. Saat ujian akhir di korea banyak keluarga yang menyemangati anaknya agar bisa lulus dengan baik.
26. 76% wanita korea berumur 20-30tahun sudah melakukan operasi plastic.
27. 25% ibu-ibu di korea menyuruh anaknya yang masih berumur 12-16 tahun untuk operasi plastic.
28. 95% orang korea yang punya lipatan di kelopak mata adalah hasil operasi plastik semua.
29. Di Korea Selatan ada 1200 ahli bedah plastik, namun jumlah itu dianggap masih kurang banyak.
30. Rata-rata orang korea menghabiskan 30% penghasilannya untuk operasi plastik
Dalam sebuah jajak pendapat, 70% pria juga menginginkan operasi plastic.
31. Wanita korea banyak yang mengubah mata mereka menjadi lebih besar dengan operasi plastic.
32. Operasi plastik adalah hal yang wajar di korea, jadi bukan masalah jika banyak artis yang melakukan operasi plastic.
33. Wanita korea yang operasi plastik paling banyak menginginkan wajah seperti Song Hye Gyo.
34. Biaya operasi plastik di korea lebih murah 50% dibanding Jepang.
35. 40% pengunjung klinik operasi plastik adalah pria.
36. Rata-rata pria korea mengoperasi bagian mata agar menjadi lebih besar. Ada juga pria korea yang operasi plastik untuk mengecilkan payudaranya.
37. Berdasarkan survei, pria korea yang melakukan operasi plastik rata-rata ingin mukanya seperti Jang Dong Gun.
38. Batas remaja korea yang melakukan operasi plastik diatas 14 tahun.
39. Remaja di korea lebih suka hadiah ulang tahun berupa operasi plastik ketimbang mobil/sejenisnya.
40. Selain disebut sebagai Negeri Ginseng, Korea juga disebut sebagai Republic of Plastic Surgery.
41. Negara yang ingin menyaingi korea dalam hal operasi plastik adalah Thailand. Bahkan thailand membuat wisata sambil operasi plastic.
42. Korea Selatan adalah negara yang paling maju dan inovatif untuk urusan bedah plastic.
43. Di Majalah Korea banyak iklan tentang operasi plastik dan itu adalah hal yang biasa.
44. 50% wanita berumur 20tahun di Korea Selatan pernah menjalani operasi plastik
Saat liburan panjang sekolah biasanya banyak pelajar korea yang melakukan operasi plastic.
45. Orang korea jarang mempermasalahkan apakah idolanya melakukan operasi plastik atau tidak.
46. Tempat operasi plastik sangat gampang ditemukan di Korea Selatan.
47. Artis korea melakukan operasi plastik adalah hal yang wajar dan biasa saja di korea.
48. Banyak orang tua di korea yang menyuruh anaknya untuk operasi plastic.
49. Pohon pinus adalah pohon cinta bagi orang Korea karena mengandung filosofi cinta yang kokoh, lurus dan tak pernah berakhir.
50. Pulau Nami adalah pulau buatan yang dijadikan lokasi syuting serial korea terkenal Winter Sonata.
51. Untuk mengelilingi Pulau Nami hanya dibutuhkan waktu 2 jam dengan berjalan kaki.
52. Banyak serial korea yang melibatkan pohon pinus.
53. Kunjungan ke Museum Teddy Bear di Korea meningkat setelah adanya serial Goong/Princess Hours.
54. Kantin di serial BBF sebenarnya berbeda tempat dengan sekolah itu sendiri
Beradel Equestrian Club adalah tempat dimana Ji Hoo dan Jan Di berkuda bareng.
55. Serial/Drama Korea yang sering melibatkan pohon pinus adalah Winter Sonata, My Sassy Girl, Letter dll.
56. Rata-rata artis korea bunuh diri dengan cara menggantung dirinya.
57. Pemerintah Korea membuka kantor konsultasi untuk pengidap depresi agar dapat mengurangi tren bunuh diri.
58. Artis korea tidak terlalu jaim ketimbang artis lokal d sini.
59. Salah satu penyebab bunuh diri di korea adalah faktor ekonomi juga, Banyak pelajar korea yang stress dan akhirnya bunuh diri karena jam belajar di korea terlalu panjang.
60. Bunuh diri merupakan penyebab kematian pertama bagi pria korea antara usia 18 – 35 tahun.
61. Ada situs bunuh diri di korea, dimana pengunjungnya chatting dan bertemu untuk bunuh diri bersama.
62. Banyak juga remaja korea yang depresi mengikuti idolanya untuk bunuh diri sebagai jalan keluar.
63. Beberapa cara bunuh diri di korea adalah melakukan perjanjian di internet kemudian bertemu untuk bunuh diri bersama.
64. Sekitar 36 orang korea bunuh diri setiap harinya dan penyebabnya kebanyakan depresi.
65. Pemerintah korea banyak menutup kurang lebih 250 situs untuk perjanjian bunuh diri pada tahun ini.
66. Orang korea jika berbuat salah akan segera mengakuinya dengan cepat dan jujur.
67. Orang korea suka meminum kopi luwak dari Indonesia.
68. Ada jenis cumi-cumi yang dimakan hidup-hidup oleh orang Korea. Kita masih bisa merasakan tentakelnya bergerak-gerak dimulut kita.
69. Agar terkesan sopan, orang Korea menyebut ‘Istri’, ‘Anak’, ‘Rumah’, dengan akhiran kata ‘Kami’.Cth: ‘Istri kami sedang tidur’.
70. Siswa di korea tidak ada yang merokok karna apabila ketahuan akan langsung dikeluarkan.
71. Di korea rata-rata handphone tidak menggunakan sim-card melainkan CDMA.
72. Orang korea jarang menggunakan gula sebagai pemanis makanan/minuman.
73. SMK di korea tidak ada Ujian Nasional karena lebih berfokus kepada kemampuan produktif/keahlian.
74. Orang korea lebih cinta produk dalam negeri dan jarang membeli produk luar negeri.
75. Suneung atau Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Korea dilaksanakan pada tanggal 13 November dan merupakan momen unik.
76. Suneung sangat ditunggu para pelajar kelas 3 SMA di korea karena pada hari itu mereka mati-matian untuk mengerjakan soal tes.
77. Keluarga biasanya mengantarkan siswa yang mengikuti Suneung dengan membawa spanduk sebagai penyemangat.
78. Pelajar kelas 3 SMA di korea sudah dibebaskan tugas rumah dan hanya disuruh konsen belajar untuk Suneung.
79. Saat suneung apabila lokasi ujian dekat bandara/stasiun maka bandara/stasiun itu harus ditutup selama ujian.
80. Saudara dan keluarga juga banyak memberikan hadiah ke pelajar sebelum mengikuti Suneung.
81. Hadiah yang biasa diberikan ke pelajar saat Suneung adalah garpu, cermin, tisu toilet.
82. Dikasih garpu karna garpu=tusukan dan dianggap semoga tepat mengenai sasaran(jawaban).
83. Adek kelas juga ikut menyemangati kakak kelasnya dari luar sekolah dengan yel-yel dan cheerleader.
84. Peserta ujian juga ada pantangan untuk makan sup rumput laut dikarenakan licin. Dan licin sama artinya dengan jatoh dan gagal.
85. Bersendawa setelah makan wajar bagi orang korea karna dimaknai sebagai bentuk apresiasi ke juru masak.
86. Orang korea memiliki sikap disiplin yang tinggi.
87. Orang korea suka ngomong aigoo.
88. Orang korea lebih sering bilang saranghae ke temen deket daripada pacar.
89. Banyak siswa/i korea yang bunuh diri gara-gara gagal masuk universitas
Sekitar 200 siswa/i korea per-tahun bunuh diri hanya gara-gara gagal masuk universitas.
90. Ada beberapa sekolah di korea yang jam belajar-nya 15jam per hari.
91. Orang korea jarang mandi kalo lagi musim dingin.
92. Orang korea suka makan mie dengan mengeluarkan bunyi slurrrp..
93. Kebanyakan makanan korea mengandung babi.
94. Warga Korea Selatan dinobatkan sebagai warga paling stress di dunia karena kerasnya kehidupan di sana sehingga banyak yang mati bunuh diri.
95. Orang korea biasa makan yang panas-panas.
96. Kebanyakan cowok korea lebih perasa, romantis dan penyabar ketimbang ceweknya.
97. Orang korea jarang menyimpan dendam dihati.
98. Kalo orang korea putus cinta yang patah hati biasanya cowok karna cowok korea lebih perasa.
99. Cewek minum-minum adalah hal yang wajar di korea.
100. 81% penduduk korea stress setiap harinya, negara dengan tingkatan orang stress yang paling tinggi di dunia adalah korea.
101. Orang korea sudah terbiasa dengan antri dan tidak berisik.
102. Sebagian orang korea jarang makan di kamar, karna dianggap menjauhkan diri dari rejeki.
103. Orang korea paling banyak menganut agama Buddha.
104. Anak-anak perempuan di korea biasanya mainan gongginori. Mirip dengan bola bekel kalo di Indonesia.
105. Gom se ma ri adalah lagu anak dari korea. Pernah dinyanyikan Song Hye Gyo dan Rain waktu main di serial Full House.
106. Di korea ada museum kimchi.
107. Pulau jeju adalah pulau wisata paling terkenal di korea dan sering dijadikan tempat pembuatan serial korea, seperti BBF, Dae Jang Geum dll.
108. Tidak ada masa orientasi siswa pada saat remaja korea mulai masuk SMP/SMA
109. The garden of morning calm adalah taman tempat syuting serial YAB pas go mi nam pake baju perempuan di rumah kaca.
Sumber :
koreaninfo.wordpress.com
Festival Musim Panas di Korea
Festival Musim Panas di Korea
Sabtu, 17 Juli 2010 - 15:55 wib
Gangneung Dano Festival (Foto: Ist)
Gangneung Dano Festival (Foto: Ist)
MUSIM panas di Korea berarti musimnya untuk bersenang-senang. Ada cuaca yang cerah, makanan yang banyak, turis yang berlimpah, dan berbagai festival yang menarik.
• HAEUNDAE SAND FESTIVAL
Haeundae adalah pantai paling populer di Korea Selatan. Pantai yang indah serta pasirnya yang putih menjadi daya tarik utama pantai ini. Saat musim panas, pantai ini menjadi pantai pertama yang akan dikunjungi warga maupun turis yang ada di Korea untuk berjemur menikmati sinar matahari di musim panas. Tak heran, Haeundae menjadi tempat diselenggarakannya festival pantai.
Dalam Haeundae Sand Festival, pengunjung bisa menikmati berbagai replika monumen-monumen terkenal di dunia yang dibuat dari pasir pantai. Para pembuatnya adalah tim-tim internasional yang memperebutkan hadiah besar jika memenangkan kompetisi pembuatan replika ini. Selain replika, daya tarik lainnya ialah pengunjung bisa mencoba “dikubur” dengan pasir panas.
Kabarnya, aktivitas unik ini bisa menambah kesehatan dan kecantikan bagi yang melakukannya. Kalau tak mau “dikubur”, pengunjung masih bisa menikmati pesta kembang api yang dipertunjukkan pada malam hari. Atau masih ada pula berbagai kompetisi khas pantai lainnya, seperti lomba voli pantai atau lari maraton. Atau pengunjung bisa sekadar berjalan-jalan menikmati pantai sepanjang hampir dua kilometer tersebut sambil menikmati kelembutan pasir putih yang tergerus oleh kaki-kaki yang melangkah.
Haeundae Sand Festival biasanya diselenggarakan pada awal Juni, pada akhir pekan. Festival ini mulai diadakan pada tahun 2005, sebagai bagian dari kegiatan APEC.
• GANGNEUNG DANO FESTIVAL
Yang tertarik dengan festival budaya Korea, Gangneung Dano Festival adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Dalam festival ini pengunjung bisa menyaksikan upacara pernikahan tradisional Korea dan pembuatan nasi khas Korea.
Yang unik, pengunjung juga bisa menyaksikan kontes berbicara dengan dialek lokal, mencuci rambut dengan bendera, dan minum alkohol untuk para Dewa. Minum minuman beralkohol untuk para Dewa atau biasa disebut Sinju Bitgi adalah kegiatan pembuka festival.
Setelah itu, festival akan dilanjutkan dengan Daegwallyeong Guksa Seonghwangje yang merupakan upacara penghormatan bagi Biksu Beomil yang dipercaya menjaga wilayah Gangneung dan Yeongsinje.
Selanjutnya, acara akan diisi dengan berbagai kegiatan tradisional seperti kompetisi gulat, swing riding, dan kompetisi unik lainnya. Dalam festival ini, kekuatan spiritual memang kental terlihat. Penduduk lokal percaya bahwa kekuatan spiritual yang ada di gunung akan turun dan memberkati wilayah Yeongdong, lokasi festival, melalui Namdaecheon River.
• BORYEONG MUD FESTIVAL
Inilah festival yang paling menarik turis asing untuk disinggahi. Sesuai namanya, inilah festival yang mempersilakan para pengunjung untuk bersenangsenang dalam ”kubangan” lumpur.
Diselenggarakan di pantai Daecheon, para peserta bisa bermain gulat, seluncur, atau bahkan berenang di sebuah kolam raksasa yang berisi lumpur. Festival ini akan diadakan pada 17-25 Juli 2010. Berbagai kegiatan mulai dari parade jalanan, parade yacht, pijat lumpur, melukis dengan lumpur, sampai pertunjukan musik dan pesta sampai malam hari sudah disiapkan untuk meramaikan festival.
• WORLD TAEKWONDO CULTURE EXPO
Sebanyak 2.000 peserta dari 50 negara datang ke festival ini untuk mengikuti kompetisi, seminar, dan ekshibisi. Yang menarik dari festival ini, tentu saja selain atraksi bela diri taekwondo, ada pula pertunjukan kebudayaan, juga tur mengelilingi Muju, Buan, dan Jeonjo, sebuah tempat yang menjadi cikal-bakal lahirnya olahraga ini di Korea.
Jika tertarik melihat kompetisi sekaligus berjalan-jalan ke Provinsi Jeollabuk-do, tempat festival ini akan diselenggarakan, datang saja ke Korea Selatan pada 2-7 Juli 2010.
• THE GREAT BATTLE OF HANSAN FESTIVAL
Great Battle of Hansan adalah salah satu dari empat pertempuran laut terkenal dalam sejarah Korea. Untuk mengenang sekaligus menghormati Laksamana Lee Sun Shin -pemimpin dalam pertempuran tersebut- diselenggarakanlah festival ini.
Dalam festival ini, pengunjung bisa melihat replika Geobukseons, kapal perang Korea yang dipakai dalam pertempuran tersebut. Ada pula parade, pertunjukan tari, sekaligus hidangan makanan yang berlimpah. Pengunjung juga bisa melihat-lihat pemandangan indah Kota Tongyeong, tempat berlangsungnya acara, yang kerap dijuluki sebagai Napoli-nya Asia.
(Koran SI/Koran SI/nsa)
Sabtu, 17 Juli 2010 - 15:55 wib
Gangneung Dano Festival (Foto: Ist)
Gangneung Dano Festival (Foto: Ist)
MUSIM panas di Korea berarti musimnya untuk bersenang-senang. Ada cuaca yang cerah, makanan yang banyak, turis yang berlimpah, dan berbagai festival yang menarik.
• HAEUNDAE SAND FESTIVAL
Haeundae adalah pantai paling populer di Korea Selatan. Pantai yang indah serta pasirnya yang putih menjadi daya tarik utama pantai ini. Saat musim panas, pantai ini menjadi pantai pertama yang akan dikunjungi warga maupun turis yang ada di Korea untuk berjemur menikmati sinar matahari di musim panas. Tak heran, Haeundae menjadi tempat diselenggarakannya festival pantai.
Dalam Haeundae Sand Festival, pengunjung bisa menikmati berbagai replika monumen-monumen terkenal di dunia yang dibuat dari pasir pantai. Para pembuatnya adalah tim-tim internasional yang memperebutkan hadiah besar jika memenangkan kompetisi pembuatan replika ini. Selain replika, daya tarik lainnya ialah pengunjung bisa mencoba “dikubur” dengan pasir panas.
Kabarnya, aktivitas unik ini bisa menambah kesehatan dan kecantikan bagi yang melakukannya. Kalau tak mau “dikubur”, pengunjung masih bisa menikmati pesta kembang api yang dipertunjukkan pada malam hari. Atau masih ada pula berbagai kompetisi khas pantai lainnya, seperti lomba voli pantai atau lari maraton. Atau pengunjung bisa sekadar berjalan-jalan menikmati pantai sepanjang hampir dua kilometer tersebut sambil menikmati kelembutan pasir putih yang tergerus oleh kaki-kaki yang melangkah.
Haeundae Sand Festival biasanya diselenggarakan pada awal Juni, pada akhir pekan. Festival ini mulai diadakan pada tahun 2005, sebagai bagian dari kegiatan APEC.
• GANGNEUNG DANO FESTIVAL
Yang tertarik dengan festival budaya Korea, Gangneung Dano Festival adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Dalam festival ini pengunjung bisa menyaksikan upacara pernikahan tradisional Korea dan pembuatan nasi khas Korea.
Yang unik, pengunjung juga bisa menyaksikan kontes berbicara dengan dialek lokal, mencuci rambut dengan bendera, dan minum alkohol untuk para Dewa. Minum minuman beralkohol untuk para Dewa atau biasa disebut Sinju Bitgi adalah kegiatan pembuka festival.
Setelah itu, festival akan dilanjutkan dengan Daegwallyeong Guksa Seonghwangje yang merupakan upacara penghormatan bagi Biksu Beomil yang dipercaya menjaga wilayah Gangneung dan Yeongsinje.
Selanjutnya, acara akan diisi dengan berbagai kegiatan tradisional seperti kompetisi gulat, swing riding, dan kompetisi unik lainnya. Dalam festival ini, kekuatan spiritual memang kental terlihat. Penduduk lokal percaya bahwa kekuatan spiritual yang ada di gunung akan turun dan memberkati wilayah Yeongdong, lokasi festival, melalui Namdaecheon River.
• BORYEONG MUD FESTIVAL
Inilah festival yang paling menarik turis asing untuk disinggahi. Sesuai namanya, inilah festival yang mempersilakan para pengunjung untuk bersenangsenang dalam ”kubangan” lumpur.
Diselenggarakan di pantai Daecheon, para peserta bisa bermain gulat, seluncur, atau bahkan berenang di sebuah kolam raksasa yang berisi lumpur. Festival ini akan diadakan pada 17-25 Juli 2010. Berbagai kegiatan mulai dari parade jalanan, parade yacht, pijat lumpur, melukis dengan lumpur, sampai pertunjukan musik dan pesta sampai malam hari sudah disiapkan untuk meramaikan festival.
• WORLD TAEKWONDO CULTURE EXPO
Sebanyak 2.000 peserta dari 50 negara datang ke festival ini untuk mengikuti kompetisi, seminar, dan ekshibisi. Yang menarik dari festival ini, tentu saja selain atraksi bela diri taekwondo, ada pula pertunjukan kebudayaan, juga tur mengelilingi Muju, Buan, dan Jeonjo, sebuah tempat yang menjadi cikal-bakal lahirnya olahraga ini di Korea.
Jika tertarik melihat kompetisi sekaligus berjalan-jalan ke Provinsi Jeollabuk-do, tempat festival ini akan diselenggarakan, datang saja ke Korea Selatan pada 2-7 Juli 2010.
• THE GREAT BATTLE OF HANSAN FESTIVAL
Great Battle of Hansan adalah salah satu dari empat pertempuran laut terkenal dalam sejarah Korea. Untuk mengenang sekaligus menghormati Laksamana Lee Sun Shin -pemimpin dalam pertempuran tersebut- diselenggarakanlah festival ini.
Dalam festival ini, pengunjung bisa melihat replika Geobukseons, kapal perang Korea yang dipakai dalam pertempuran tersebut. Ada pula parade, pertunjukan tari, sekaligus hidangan makanan yang berlimpah. Pengunjung juga bisa melihat-lihat pemandangan indah Kota Tongyeong, tempat berlangsungnya acara, yang kerap dijuluki sebagai Napoli-nya Asia.
(Koran SI/Koran SI/nsa)
Pentingnya Pendidikan Karakter
Pentingnya Pendidikan Karakter
Saat ini pendidikan formal di sekolah saja tidak cukup, pengaruh lingkungan dan kehidupan modern yang berkembang membuat kita harus waspada terhadap hal-hal negatif yang bisa merasuki pikiran anak-anak kita. Agar anak-anak kita bisa menjadi anak yang baik, sholeh dan berhasil dalam kehidupan di masyarakat bukan hanya dibutuhkan kepandaian dan ilmu yang tinggi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter anak yang baik dan sholeh. Pembentukan karakter inilah yang sangat penting kita lakukan pada saat anak kita masih usia dini, dan orangtua harus mempunyai visi untuk pembentukan ini. Jangan abaikan pendidikan karakter pada saat anak kita masih usia PG, TK dan SD, karena kita tidak bisa mengulanginya lagi setelah mereka dewasa.
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.
Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.
Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character... that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter... adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).
Memahami Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif.
Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.
Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.
Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak.
Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.
Dampak Pendidikan Karakter
Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini. Ringkasan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership.
Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.
Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.
Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.
Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah; Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis.
Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.*
Saat ini pendidikan formal di sekolah saja tidak cukup, pengaruh lingkungan dan kehidupan modern yang berkembang membuat kita harus waspada terhadap hal-hal negatif yang bisa merasuki pikiran anak-anak kita. Agar anak-anak kita bisa menjadi anak yang baik, sholeh dan berhasil dalam kehidupan di masyarakat bukan hanya dibutuhkan kepandaian dan ilmu yang tinggi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter anak yang baik dan sholeh. Pembentukan karakter inilah yang sangat penting kita lakukan pada saat anak kita masih usia dini, dan orangtua harus mempunyai visi untuk pembentukan ini. Jangan abaikan pendidikan karakter pada saat anak kita masih usia PG, TK dan SD, karena kita tidak bisa mengulanginya lagi setelah mereka dewasa.
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.
Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.
Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character... that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter... adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).
Memahami Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif.
Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.
Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.
Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak.
Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.
Dampak Pendidikan Karakter
Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini. Ringkasan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership.
Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.
Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.
Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.
Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah; Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis.
Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.*
Langganan:
Postingan (Atom)

